Press Release

Content Collision yakin bahwa relasi dengan media adalah salah satu modal yang penting bagi perusahaan startup. Bagaimana tidak? Dengan jutaan pembaca yang dimiliki, media merupakan tempat terbaik bagi startup untuk memasarkan diri dan produk/jasa mereka. Karena itu, press release pun kerap jadi senjata andalan bagi para startup untuk melakukan branding.

Permasalahannya, banyak startup di luar sana yang kesulitan mendapat liputan dari media. Selain karena hambatan finansial dan reputasi yang belum terbangun, biasanya hal ini juga disebabkan oleh hubungan yang kurang dekat dengan jurnalis dari media targetnya.

Namun, seperti apapun hambatannya, Anda tetap perlu mendapatkan liputan dari media, bukan? Karenanya, Anda perlu menyusun strategi tersendiri untuk memastikan press release Anda dibaca oleh jurnalis.

Content Collision sendiri paham betul dengan situasi seperti itu. Biar bagaimanapun, kami juga merupakan startup yang belum genap lima tahun berdiri. Sepanjang perjalanan kami di ranah media, kami menyadari bahwa untuk mengetahui strategi terbaik dalam hal ini, kami perlu mengetahui secara pasti bagaimana jurnalis mendapatkan dan mengelola press release yang masuk ke daftar mereka.

Berikut merupakan kanal-kanal masuknya press release ke tangan jurnalis yang perlu Anda ketahui:

Inbox Bersama Editorial

Press Release

Yang dimaksud inbox bersama editorial adalah e-mail redaksi yang dicantumkan untuk publik dan dapat digunakan oleh seluruh anggota tim editorial dari redaksi terkait, seperti redaksi@detik.com, redaksisuaraindonesia17@gmail.com, redaksi@mediaindonesia.co.id, dan redaksi@seputar-indonesia.com.

E-mail bersama editorial ini relatif bisa ditemukan dengan mudah melalui situs online redaksi terkait. Namun, menembus redaksi melalui e-mail ini sangatlah sulit. Bisa dibilang, dari semua kanal masuk yang ada, jalur inilah yang paling sulit membuahkan liputan media.

Pasalnya, e-mail bersama sangat jarang dibuka oleh tim editorial sebuah redaksi. Selain itu, biasanya tidak ada satu orang pun yang ditetapkan secara spesifik untuk mengelolanya.

Jikapun ada, pengelolaan e-mail ini umumnya diserahkan pada editor in chief. Namun, kepala editor pun biasanya juga sudah terlalu sibuk untuk memeriksa e-mail pribadinya setiap hari.

Karenanya, tak jarang e-mail bersama ini dijadikan senjata terakhir oleh tim editorial untuk mendapatkan bahan berita. Namun, dengan semakin derasnya arus informasi di era digital ini, tim editorial pun sangat jarang mengalami kesulitan dalam mencari topik berita terbaru.

Oleh karena itu, memanfaatkan kanal yang satu ini kurang direkomendasikan jika Anda ingin mendapatkan liputan dari sebuah media.

Inbox pribadi jurnalis

Meski tidak sesulit menembus inbox bersama redaksi, mendapat liputan berita melalui e-mail pribadi dari sang jurnalis juga bukan merupakan hal mudah. Berdasarkan pengalaman dari rekan-rekan kami yang juga merupakan jurnalis sebelumnya, tidak jarang ditemukan angka 9999+ pada notifikasi inbox mereka.

Artinya, jurnalis-jurnalis tersebut lebih dari 10.000 e-mail yang tidak dibuka. Bisa dibayangkan kan, kalau mereka tidak akan sempat membuka e-mail tersebut satu per satu?

Inilah alasan mengapa mendapat liputan dengan mengirimkan press release secara langsung ke e-mail pribadi jurnalis tidak begitu mudah. Jika Anda beruntung, mungkin jurnalis yang bersangkutan bisa tertarik dengan rilis Anda jika Anda menggunakan e-mail subject yang menarik.

Untuk mendapatkan kontak e-mail pribadi seorang jurnalis, Anda bisa mencarinya secara online. Tool seperti RocketReach.co bisa sangat membantu jika sang jurnalis memiliki halaman LinkedIn. Dari situ, Anda bisa terhubung dengan si jurnalis dan meminta e-mail pribadinya.

Atau, jika Anda ingin meningkatkan peluang, Anda bisa juga menanyakan kepada teman-teman Anda yang memiliki kontak e-mail jurnalis.

Baca juga: Ingin Menulis Press Release yang Baik? Begini Caranya!

WhatsApp Pribadi Jurnalis

Press Release

Untuk mendapatkan kontak WA pribadi dari seorang jurnalis, kamu bisa menghubungkan diri melalui LinkedIn untuk meminta langsung nomor WA-nya, atau mencari kontaknya melalui rekan-rekan Anda.

WA pribadi jurnalis merupakan kanal yang jauh lebih efektif dibandingkan dengan mengirim surat ke e-mail pribadi para jurnalis di Indonesia. Alasannya adalah karena pesan WA akan lebih mudah mengambil perhatian si jurnalis, sehingga akan lebih besar kemungkinan ia membaca rilis dan membalas pesan Anda.

Namun, mengirimkan rilis ke nomor pribadi jurnalis tidak bisa Anda lakukan dengan sembarangan. Berdasarkan pengalaman yang kami dengar dari rekan-rekan jurnalis kami, mereka akan sangat terganggu apabila mendapat kiriman rilis yang tidak sesuai dengan desk mereka.

Jangan sampai Anda mengirimkan rilis tentang peluncuran obat kesehatan tertentu kepada seorang jurnalis teknologi. Jika ia sudah kelewat jengkel, maka bukan tidak mungkin bagi dirinya untuk mengabaikan pesan WA Anda ke depannya. Kalau sudah begitu, Anda sendirilah yang akan rugi karena kehilangan satu aset relasi media Anda.

Namun demikian, jika pun rilis yang Anda kirimkan sudah cocok dengan desk-nya, belum tentu si jurnalis akan meliput berita tersebut secara otomatis. Sebab, dengan topik yang sesuai, belum tentu ulasan yang ada di dalam rilis tersebut cocok dengan gaya berita yang ia siarkan.

Karena itu, jangan kaget bila di tengah obrolan WA, si jurnalis tidak membalas chat Anda lagi. Kami mengamati bahwa jurnalis di Indonesia memiliki karakter yang sungkan, sehingga sering enggan menjelaskan mengapa rilis Anda tidak cocok untuk diulas.

Ada juga jurnalis yang akan terang-terangan menyatakan ketidak cocokannya akan sebuah rilis. Inilah saat yang baik untuk mulai menanyakan jenis rilis seperti apa yang cocok dengan mereka. Namun, untuk diskusi yang lebih mendalam, channel ini bukanlah wadah yang tepat untuk mendiskusikan hal itu.

Channel apa yang lebih baik? Simak poin berikut ini.

Bertemu tatap muka

Press Release

Ini merupakan cara terbaik untuk membangun relasi dengan jurnalis. Sebaiknya, sebelum mengajak bertemu jurnalis, kamu sudah memiliki kontaknya terlebih dahulu untuk memudahkan komunikasi. Disarankan juga untuk sekaligus mengundangnya makan siang untuk menyenangkan hati si jurnalis.

Perlu diingat, ketika mengundang seorang jurnalis untuk bertemu, sebaiknya Anda tidak langsung menyodorkan press release. Sebagai gantinya, manfaatkanlah kesempatan ini untuk berkonsultasi tentang tipe berita seperti apa yang cocok dibahas oleh jurnalis tersebut.

Melalui diskusi tersebut, Anda bisa mendapatkan sejumlah tips agar berita Anda bisa diliput oleh si jurnalis. Tentunya, setiap jurnalis dan media memiliki preferensi tersendiri terkait berita yang akan ia liput. Jadi, Anda harus selalu menyesuaikan diri dengan jurnalis/media mana Anda bernegosiasi.

Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk menjalin hubungan pertemanan dengan si jurnalis. Anda pun juga bisa sekalian menawarkan bantuan kepadanya jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Hubungan mutualisme seperti ini biasanya akan disambut baik oleh jurnalis dan memudahkan Anda untuk mendapatkan liputan media. Dengan begitu, ketika selanjutnya Anda mengirimkan rilis melalui email dan melakukan follow up lewat WA kepada jurnalis tersebut, ia akan lebih terbuka untuk berdiskusi dan membantu Anda.

Sepengalaman kami berkecimpung di dunia media, gabungan pemanfaatan kedua kanal tersebut biasanya membuahkan hasil yang paling efektif. Mungkin, ini disebabkan karena budaya silaturahmi yang mengakar di Indonesia. Karenanya, sangat disarankan untuk membangun keakraban terlebih dahulu dengan jurnalis sebelum meminta pertolongan darinya.

[FREE DOWNLOAD] Dapatkan Media List yang kami gunakan untuk mendapat liputan dari Kompas, Detik, dan media ternama lainnya!


Ternyata, mengupayakan agar rilis yang Anda kirimkan dibaca oleh jurnalis cukup rumit, ya? Karenanya, tidak heran apabila ada banyak perusahaan yang mengandalkan agensi PR untuk membantu kelancaran rilis mereka.

Content Collision sendiri sudah beberapa kali digandeng oleh brand sebagai tambahan bala tentara humas mereka untuk mendapat liputan media. Sebab di Indonesia, tidak hanya isi dari rilis yang memegang peranan, namun juga siapa yang menyebar rilis tersebut kepada para jurnalis media,

Jadi, klien kami sebenarnya sudah memiliki tim PR mereka sendiri yang mampu mendapat sekian liputan. Namun di luar itu, mereka juga masih memanfaatkan jasa kami untuk turut menyebarkan rilis ke media-media lain yang belum meliput berita mereka. Dengan begitu, klien tersebut akhirnya mendapat sejumlah liputan tambahan.

Mendapatkan banyak liputan dari media memerlukan relasi yang baik dengan banyak jurnalis di luar sana. Sayangnya, hal tersebut akan sangat menguras waktu dan tenaga Anda.

Karena itu, lebih baik Anda menyerahkan persoalan tersebut kepada agensi PR yang tugasnya memang menjalin relasi dengan jurnalis dan media, seperti Content Collision. Anda pun jadi dapat menghemat banyak waktu dan tenaga, apalagi jika perusahaan Anda memiliki kepentingan untuk menyebarkan press release setiap bulannya.

Di samping itu, Content Collision pun juga menawarkan pelayanan performance-based PR. Jadi, Anda akan mendapatkan return of investment yang jelas sebab Anda hanya akan mengeluarkan uang berdasarkan jumlah liputan media yang didapat.

Kerennya lagi, Anda juga bisa memilih sendiri target media yang ingin disasar. Dengan begitu, Anda tidak perlu khawatir kalau nantinya berita Anda akan dikirim ke media yang tidak relevan dengan kepentingan marketing perusahaan Anda.

Jika Anda berminat untuk berkonsultasi dengan kami seputar strategi PR yang cocok untuk perusahaan Anda, kami akan dengan senang hati meluangkan waktu untuk berdiskusi dengan Anda. Siapa tahu, kami dapat membantu untuk menyebarkan berita yang Anda punya kepada para jurnalis untuk diliput oleh media.

Press Release

Sumber gambar: Alexas_Fotos, rawpixel, Sapo, Campaign Day,
rawpixel.