customer-avatar

Konten blog mendapat sedikit click atau pageview? Atau konten media sosial hanya mendapat sedikit share dari para audiens?

Hal ini sangat mungkin untuk terjadi, apalagi jika konten yang anda buat hanya berdasarkan hal-hal yang anda suka, tanpa analisa bentuk konten apa yang disukai audiens anda. Dilain sisi, ada juga yang membuat konten blog hanya berdasarkan tren yang sedang happening akhir-akhir ini.

Tapi, apakah ini sudah merupakan cara yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan yang kita sebut diawal? Jawabannya tidak. Selagi konten yang anda sediakan masih jauh dari minat audiens, maka konten yang dibuat tetap tidak akan menarik bagi mereka.

Oleh karena itu, sebelum mulai membuat konten, baik untuk media sosial maupun blog, membuat customer avatar sangatlah penting untuk anda buat terlebih dahulu sehingga anda dapat lebih memahami kebutuhan dari target audiens anda dan konten yang anda buat akan relevan dengan mereka.


Apa perbedaan customer avatar dan target market?

Pada dasarnya customer avatar dan target market merupakan hal yang sama. Keduanya merupakan informasi mengenai seperti apa audiens yang dituju. Biasanya target market lebih banyak digunakan dalam kegiatan pemasaran.

Namun, biasanya banyak orang yang membatasi karakteristik dari audiens mereka hanya pada hal-hal seperti:

  • Jenis kelamin
  • Usia
  • Tempat tinggal
  • Pekerjaan

Berbeda dengan customer avatar dimana karakter audiens digali lebih jauh hinnga mencakup:

  • Sumber Informasi Mereka
  • Goals and Values
  • Challenge and Pain Points

Melalui data-data ini, kita bisa menggali hal-hal secara lebih dalam mengenai hal-hal yang menarik perhatian audiens kita, sehingga konten yang dihasilkan lebih relevan untuk mereka.

Sumber informasi

customer-avatar-1

Pada bagian sumber informasi ini, kita akan menggali data-data mengenai audiens dalam hal bagaimana dan dimana mereka biasanya mendapatkan informasi hingga dimana mereka berkumpul.

Data-data yang bisa kita gali untuk memahami pola sumber informasi audiens bisa berupa:

  • Portal berita apa yang biasa dikunjungi.
  • Buku apa yang sering dibaca.
  • Siapa penulis yang paling disukai oleh mereka.
  • Acara, seminar atau konferensi apa yang biasa mereka ikuti.

Memahami pola-pola ini akan sangat berguna dalam membuat konten.

Contohnya saja saat akan membuat konten blog untuk brand yang menyasar target audiens ibu-ibu yang suka memasak.

Setelah memahami target audiens ternyata menyukai buku-buku yang ditulis oleh chef terkenal, William Wongso, maka tidak perlu sulit berpikir untuk menentukan isi dan bentuk konten. Anda bisa saja menghubungi William Wongso untuk melakukan interview konten blog, atau melakukan book review dari buku William Wongso tersebut. Konten yang dihasilkan tentu akan jauh lebih relevan dan disukai audiens anda.

Dengan memahami sumber informasi audiens, anda sudah bisa menyimpulkan apa yang menjadi interest dari audiens, sehingga anda tinggal memanfaatkan interest tersebut untuk menarik audiens ke dalam blog anda.

Goals and values

customer-avatar-2

Pada bagian goals and values, kita akan menggali lebih dalam mengenai tujuan akhir dan juga nilai-nilai yang dipegang oleh target audiens yang berhubungan dengan brand anda.

Dengan mengetahui tujuan akhir dan juga nilai-nilai yang dipegang oleh target audiens, kita dapat dengan mudah membuat konten-konten blog yang dapat membantu target audiens kita untuk mencapati tujuan akhir tersebut.

Sebagai contoh, saat menulis konten dalam bidang properti. Setelah menggali, diketahui bahwa audiens anda merupakan keluarga muda yang ingin memiliki properti dengan lingkungan ramah anak. Selain itu, mereka juga cenderung masih bergantung pada metode kredit dalam pembeliannya.

Dengan informasi ini, konten seperti daftar properti dengan lingkungan ramah anak hingga seluk-beluk mengenai kredit properti akan jauh lebih menarik audiens tersebut karena tidak hanya relevan tetapi membantu mereka mencapai tujuan dan sesuai dengan nilai yang mereka miliki.

Challenges and pain points

customer-avatar-3

Challenges and pain points merupakan kebalikan dari goals dan values yang telah dibahas sebelumnya. Pada challenges and pain points, yang diidentifikasi dari pola perilaku audiens adalah masalah-masalah yang dihadapi oleh para target audiens kita.

Dengan memahami masalah-masalah yang biasa dihadapi mereka, kita dapat membuat konten blog yang mampu menjadi jawaban dari permasalahan tersebut. Konten blog ini bisa menjadi pintu awal bagi audiens untuk mengenal brand dan produk yang anda tawarkan, karena anda menawarkan pemecahkan masalah.


Ketiga hal di atas tersebut dapat menjadi sumber informasi yang sangat penting bagi anda untuk membuat konten-konten baik yang berbentuk blog maupun media sosial.

Terlebih lagi, konten-konten yang anda buat akan lebih banyak mendapatkan engagement dari audiens karena setiap konten tersebut lebih relevan baik terhadap interest, goals and challenge, hingga permasalahan yang sedang mereka hadapi di kehidupan sehari-hari.


Content Collision merupakan Agensi Konten Marketing yang telah berhasil meningkatkan traffic blog klien hingga mencapai ratusan ribu pageviews serta membangun brand image perusahaan melalui liputan media nasional dan internasional. Beberapa klien kami adalah Blibli.com, Evercoss, Lazada.co.id, Mataharimall.com, dan Skyscanner.

Kami akan sangat senang bila berkesempatan membantu kebutuhan marketing konten Anda. Silahkan tunggu update blog kami selanjutnya, atau kunjungi situs kami di www.contentcollision.co!