Public Relations

Bila usaha Anda ingin mendapatkan liputan media mainstream di Indonesia, salah satu cara yang terbukti ampuh adalah dengan mengumumkan prestasi bisnis Anda melalui siaran pers. Walau terdengar sederhana, ini merupakan salah satu cara terampuh untuk mendapatkan perhatian jurnalis, tentu saja data pencapaian bisnis tersebut sebaiknya cukup signifikan.

Apa sajakah yang bisa Anda ceritakan? Metrik bisnis. Bagikan data bisnis yang memang penting untuk lini bisnis Anda, seperti jumlah omzet dan jumlah penjualan. Perkembangan bisnis lainnya pun bisa disebutkan, seperti peluncuran produk baru atau ekspansi pasar. Semakin konkret data yang dibagikan, semakin baik (contoh “kami menjual 10.000 produk tahun ini”). Bila tidak nyaman membagikan angka secara eksplisit, Anda bisa menggunakan persentase pertumbuhan (contoh “penjualan kami meningkat 100%”).

Siapakah yang akan membaca konten ini? Investor dan pebisnis. Informasi dengan data yang sudah tervalidasi sangatlah bernilai dan bisa dijadikan rujukan bagi investor dan pebisnis lainnya. Investor ingin mendapatkan gambaran besar tentang peta kekuatan bisnis di sektor tertentu, dan data bisnis milik Anda akan berguna bagi penelitian mereka. Pebisnis pun juga akan memperhatikan perkembangan saingan mereka, itulah mengapa Anda harus berhati-hati saat menggunakan strategi ini.

[FREE DOWNLOAD] Dapatkan Media List yang kami gunakan untuk mendapat liputan dari Kompas, Detik, dan media ternama lainnya!

Studi Kasus: Prestasi Zomato Indonesia Tahun 2016

Public Relations

Pada penghujung tahun 2016, kami bekerjasama dengan Zomato Indonesia dalam mencari strategi yang pas untuk mendapatkan liputan media Indonesia. Salah satu senjata yang dipertimbangkan adalah mengumumkan prestasi Zomato Indonesia di tahun itu, sembari menceritakan keunggulan bisnis Zomato Indonesia dibandingkan saingannya.

Dibutuhkan kepercayaan diri yang tinggi dari Zomato untuk bisa menceritakan prestasi bisnisnya. Angka apapun yang disebutkan akan mendapatkan sorotan publik. Untungnya, Zomato Indonesia cukup terbuka untuk membicarakan metrik bisnis mereka saat itu: jumlah investasi yang sudah diterima, fakta bahwa Zomato telah mencapai break even point di awal tahun, jumlah pengguna dan daftar restoran, hingga trafik bulanan. Ini merupakan data rujukan emas untuk media dan pebisnis lainnya.

Alhasil, Zomato Indonesia berhasil mendapatkan lebih dari 25 liputan dari media mainstream, seperti Detik, Liputan6, dan CNN Indonesia. Beberapa media seperti Viva dan Republika pun akhirnya menuliskan lebih dari satu artikel sebab rilis yang disebarkan memiliki banyak informasi menarik untuk berbagai sudut pandang. Sebagai contoh, artikel pertama yang dituliskan berupa prestasi bisnis Zomato Indonesia, sedangkan artikel berikutnya mengulas seputar fitur-fitur terbaru perusahaan.

Sebagai informasi, Content Collision menerapkan layanan Public Relation (PR) berbasis performa. Ini berarti bahwa klien, seperti Zomato Indonesia, ikut menentukan daftar media mana saja yang ingin ditarget, dan hanya perlu membayar bila media target tersebut meliputnya. Pada kasus seperti ini, klien seperti Zomato Indonesia biasanya hanya memilih media yang mereka yakin relevan untuk perkembangan bisnisnya. Dengan kualitas siaran pers di atas, tidak menutup kemungkinan bahwa Zomato Indonesia berpotensi mendapatkan lebih banyak liputan bila memilih lebih banyak target media.

Baca juga: Cara mendapatkan liputan Kompas & Detik dengan Rp20 juta

Dos and Dont’s

Apa saja yang perlu diperhatikan saat menerapkan strategi PR ini?

Pertama, umumkan prestasi bisnis yang signifikan. Bila Anda mengumumkan penambahan fitur kecil untuk aplikasi usaha Anda, kemungkinan besar media tidak akan menghiraukannya. Bila Anda mengumumkan seputar peluncuran produk baru yang memiliki keunikan besar di pasar, media akan memakannya.

Kedua, jangan coba menipu jurnalis. Umumkan metrik bisnis yang benar. Apabila Anda merupakan startup berusia satu tahun yang mengklaim memiliki jutaan pengguna tiap bulannya, maka jurnalis akan melakukan due diligence terlebih dahulu untuk memastikan klaim Anda masuk akal. Bila angka situs Anda di SimilarWeb saja sudah terlalu jauh dari angka yang diumumkan, jurnalis akan mencium hal tersebut dan bisa memberikan black list untuk perusahaan Anda.

Jurnalis pun juga semakin jeli mencium klaim yang kosong. Klaim seperti “bisnis kami bertumbuh 300% dalam sebulan” bisa berarti bahwa penjualan meningkat dari 1.000 menjadi 3.000, atau bisa juga meningkat dari 1 menjadi 3. CEO kami juga pernah curhat seputar hal ini saat ia masih bekerja di Tech in Asia.

Ketiga, informasi Anda tercatat di publik dan tidak akan bisa dihapus. Anda harus 100% sadar dan yakin atas data bisnis Anda yang akan diungkap ke media. Setelah ditulis, semua orang – termasuk saingan Anda – akan mengetahui perkembangan bisnis Anda. Bila Anda yakin bahwa bisnis Anda akan tetap superior dengan memaparkan data tersebut, silakan dilanjutkan.

Dampak menceritakan data bisnis Anda bisa berujung pada banyak hal. Bisa saja calon investor menjadi tertarik untuk menghubungi Anda, atau calon konsumen tertarik untuk mencoba bisnis Anda. Itu kasus baiknya.

Kasus buruknya, saya pernah ingat cerita kolega saya di Content Collision yang menuliskan tentang omzet suatu perusahaan di media. Ternyata, pemilik bisnis tersebut langsung dikejar oleh orang pajak setelah berita naik! Saat wirausahawan tersebut meminta agar jurnalis menurunkan beritanya, sudah tidak bisa lagi. Jadi hati-hati ya, orang pajak ternyata juga rajin membaca berita.

Mengapa Harus Memanfaatkan PR?

Kegiatan PR hingga kini masih diandalkan sebagai salah satu cara paling ampuh untuk mengumumkan peristiwa terkini ke khalayak ramai. Fungsinya adalah untuk mendapatkan branding image yang lebih terpercaya di mata pembaca.

Saat bisnis Anda diliput oleh Kompas secara organik (bukan artikel dengan label advertorial), artinya Kompas mengatakan bahwa bisnis Anda menarik untuk diulas. Pembaca yang sudah percaya pada Kompas pun akan lebih percaya bahwa bisnis Anda termasuk unik di antara saingannya, sebab media besar seperti Kompas tidak akan sembarang membahas bisnis yang tidak unik.

Citra positif dan kepercayaan publik selanjutnya akan menjadi oli bagi sales funnel bisnis Anda. Calon konsumen akan cenderung lebih terbuka untuk membeli dari perusahaan yang mereka kenali (apalagi bila dipercaya). Jadi, iklan yang Anda sebar di mana-mana akan memiliki kemungkinan mendapatkan konversi bila calon konsumen sudah mengenali dan mempercayai brand Anda.

Kami senang bisa menceritakan best practice PR yang cocok untuk praktisi bisnis di Indonesia. Bila Anda ingin berdiskusi lebih lanjut tentang senjata PR yang cocok untuk usaha Anda, silakan isi formulir di bawah ini. Kami akan segera mengatur waktu untuk berdiskusi hangat dengan secangkir kopi 🙂

CTA-button-ID

Artikel ini dikerjakan bersama Oliviana Handayani