Social Success Cycle 1

Sumber: Pixabay.com

Media sosial telah menjadi salah satu channel yang paling digandrungi untuk mempromosikan produk dan jasa serta meningkatkan penjualan sekarang ini. Berdasarkan lembaga riset pasar e-marketer, populasi pengguna internet telah mencapai 83,7 juta orang di tahun 2014.

E-marketer sendiri memperkirakan netter Indonesia akan mencapai 112 juta orang di tahun 2017 ini, mengalahkan Jepang yang berada di peringkat ke-5. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh para pebisnis untuk memasarkan produk dan jasa mereka secara online.

Dalam memasarkan produk dan jasa Anda di media sosial, Anda harus mempunyai strategi yang tepat. Salah satu strategi yang bisa Anda gunakan ‒ terutama Anda yang berprofesi sebagai digital marketer maupun social media manager untuk memaksimalkan penjualan di media sosial adalah dengan mengenal “Social Success Cycle”.

Social Success Cycle

Social Success Cycle 2

Sumber: hilarydefreitas.com

Social Success Cycle terdiri dari 4 tahap, dimulai dari Social Listening, Social Influencing, Social Networking, dan tahapan yang paling terakhir yaitu Social Selling.

Kebanyakan orang langsung menjalankan tahap Social Selling atau penjualan tanpa memperhatikan 3 tahapan sebelumnya. Hal inilah yang akan mengakibatkan penjualan tidak efektif.

Untuk mengerti pentingnya social success cycle dan memahami tahapan-tahapan di dalamnya, Anda dapat melihat penjelasan di bawah ini:

1. Social Listening

Social Listening

Sumber: brandwatch.com

Hal pertama yang harus dilakukan dalam social success cycle adalah social listening. Dalam tahapan ini, Anda harus memantau dan menanggapi masalah yang dihadapi oleh audiens Anda serta mengelola reputasi di jejaring sosial.

Bukan hanya memantau, Anda juga perlu mengamati target audiens serta mencari solusi untuk permasalahan yang mereka hadapi. Anda harus mendengarkan dulu serta mengerti apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh audiens sebelum memperkenalkan produk Anda di hadapan mereka.

Social listening juga menyiratkan bahwa perusahaan Anda memiliki sistem feedback yang bagus. Tujuan yang ingin dicapai dari social listening, selain yang telah dijabarkan di atas, tak lain adalah: meningkatkan retention, mengurangi refund, mengidentifikasi kesenjangan produk dan konten.

Baca juga: Tips social listening

2. Social Influencing

Social Influencing

Sumber: retailexpress.com

Tahap selanjutnya yaitu social influencing, tahapan ini dimulai dengan membangun otoritas di jejaring sosial dengan menyebarkan dan membagikan konten-konten kepada audiens.

Di sinilah Anda membutuhkan content marketing. Tanpa Anda sadari, Anda telah mempengaruhi audiens ketika membagikan konten yang Anda miliki. Kebanyakan perusahaan tidak sadar bahwasanya mereka sedang melakukan social influencing ketika membagikan kontennya.

Setelah melakukan social listening, yang mana pengamatan terhadap audiens dilakukan, kini Anda telah tahu konten apa saja yang harus Anda bagikan agar audiens bisa lebih terikat dengan Anda.  

Di social influencing inilah Anda mengambil tindakan dengan menyebarkan konten yang bermakna, namun juga berkaitan dengan kebutuhan audiens Anda. Konsumen, pelanggan, dan klien sama-sama terpengaruh saat mereka mencari atau terlibat dalam konten yang relevan dengan mereka.

Pengaruh sosial yang buruk akan membuat klien potensial merasa sumpek. Adapun tujuan dari social influencing adalah meningkatkan engagement (jumlah audiens yang like, comment, dan share), meningkatkan website traffic, meningkatkan awareness, dan menumbuhkan retargeting lists.

Baca juga: Tips social influencing

3. Social Networking

Social Networking

Sumber: drbruceajohnson.com

Social networking bermakna membangun relasi di jejaring sosial. Cara terbaik untuk membangun reputasi Anda di jejaring sosial ialah menjalin hubungan dengan influencer. Ini adalah kunci untuk membangun brand dan audiens Anda.

LinkedIn sejauh ini adalah platform jejaring sosial yang paling terkenal untuk aktivitas social networking. Jika Anda hanya mendengarkan dan tidak pernah mengambil tindakan; Atau jika Anda mendengarkan, mengambil tindakan dan membuat konten, namun hal itu tidak tersampaikan ke audiens Anda, bisnis Anda tidak akan tumbuh.

Anda harus bermitra dan berkolaborasi dengan orang lain agar konten Anda dapat dijangkau secara lebih luas. Tujuan yang ingin dicapai dari social netwoking adalah mendapatkan mention dari media dan mengembangkan strategi partnership.

Baca juga: Tips untuk social networking

4. Social Selling

Social Selling

Sumber: grantcardonetv.com

Di tahapan ini, barulah Anda bisa melakukan penawaran. Social selling merupakan tahapan terakhir dalam social success cycle. Tahapan ini menghasilkan potensi penjualan dari pelanggan dan calon pelanggan melalui media sosial.

Sebagian besar perusahaan melompat langsung ke langkah ini tanpa melewati dan memperhatikan 3 langkah sebelumnya. Padahal, tahapan ini harus dilakukan bersamaan dengan 3 langkah sebelumnya.

Dalam melakukan penawaran, Anda ingin memastikan bahwa Anda melakukan penawaran yang benar kepada orang yang tepat pada waktu yang tepat pula. Tujuan yang ingin dicapai dari social selling adalah menghasilkan leads, akuisisi customer, cross sell/upsell, serta meningkatkan jumlah pembeli.

Baca juga: Tips untuk social selling

Itulah strategi yang bisa Anda gunakan untuk penjualan Anda melalui social media, kita perlu mengerti bahwa mereka bekerja secara sinkron dan bersama.

Setiap siklus memiliki orang yang bertanggung jawab untuk mengelola dan melakukannya. Seperti Public Relation (PR) melakukan social listening, tim konten menangani social influencing, Community Manager melakukan social networking, marketing dan sales melakukan social selling. Yang perlu diingat adalah setiap siklus mempunyai peran dan tujuannya masing-masing yang sama penting.


Content Collision merupakan Agensi Konten Marketing yang telah berhasil meningkatkan traffic blog klien hingga mencapai ratusan ribu pageviews serta membangun brand image perusahaan melalui liputan media nasional dan internasional. Beberapa klien kami adalah Blibli.com, Evercoss, Lazada.co.id, Mataharimall.com, dan Skyscanner.

Kami akan sangat senang bila berkesempatan membantu kebutuhan marketing konten Anda. Silahkan tunggu update blog kami selanjutnya, atau kunjungi situs kami di www.contentcollision.co!