Media Distribution Content Image

Bayangkan bila kamu memberi sebuah ponsel canggih kepada seseorang yang hanya memerlukan fitur untuk menelepon saja. Ia bahkan tidak akan repot-repot mencoba untuk mengirim SMS. Jadi, produsen ponsel tersebut telah membuat produk dengan baik untuk membuat masyarakat terkesan, tapi ponsel tersebut tidak akan sampai ke pelanggan yang tepat.

Namun, jika ponsel tersebut diberikan kepada orang yang antusias dengan gadget, ia akan menggunakan dengan maksimal. Komponen sebuah ponsel, seperti merk, kualitas kamera, dan spesifikasi lainnya sangat mempengaruhi keputusan seseorang untuk membeli perangkat tersebut. Jadi, bagaimana kamu membidik pengguna ponsel canggih dan bukan ponsel biasa?

Skenario ini cukup menggambarkan bagaimana melakukan distribusi sebuah media. Semakin tingginya pengaruh content marketing, perusahaan-perusahaan kini fokus tentang bagaimana konten mereka dapat merepresentasikan perusahaan mereka. Karena konten yang bagus bisa menjadi sia-sia bila tidak ada yang membaca.

Lebih buruk lagi bila dibaca oleh orang yang salah. “Konten adalah raja, tapi distribusinya adalah ratu,” kata Jonathan Perelman, Wakil Presiden dari Agen Strategi dan Pengembangan Industri di Buzzfeed. Ia menjelaskan bahwa orang yang mengecek smartphone sebelum tidur dan sesaat setelah bangun tidur, biasanya akan memeriksa e-mail dan media sosial mereka, daripada mencari sesuatu di Google. Jadi, ini adalah salah satu hal yang perlu kamu pertimbangkan saat membuat strategi untuk mendistribusikan konten kamu ke berbagai platform.

Jonathan juga menjelaskan bahwa distribusi ke media sosial perlu ditanggapi dengan serius, sama seperti konten itu sendiri. Karena orang-orang tidak akan mencari konten kamu apabila itu tidak muncul dalam rutinitas normal mereka. Untuk itu, distribusi sebuah konten ke platform yang lebih luas biasanya akan dilakukan dengan langkah-langkah berikut.

Mengidentifikasi tujuan dan target pembaca

Distribusi Media 1Apakah konten yang dibuat akan menghasilkan prospek baru? Untuk meningkatkan kesadaran merk? Untuk mempromosikan ide baru? Apakah kamu ingin meningkatkan jumlah pendaftar dan pengikut? Atau kamu hanya ingin membagikan sebuah artikel? Atau apakah target pembaca artikel tersebut adalah mahasiswa? Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan membantu kamu mengidentifikasi tujuan dan target pembaca. Sehingga kamu bisa mendistribusikan konten dengan lebih baik.

Memilih platform yang tepat

Distribusi Media 3Distribusi sebuah konten bisa dilakukan di berbagai platform media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan Path. Sekelompok orang mungkin lebih sering mengakses media sosial tertentu dibandingkan media sosial lain.

Kamu mungkin akan memiliki keterbatasan tertentu, seperti biaya periklanan, ketenaran sebuah merk, hubungan sosial, dan faktor lain yang perlu dipertimbangkan. Untuk itu, berikut adalah tipe-tipe platform yang bisa digunakan untuk mendistribusikan konten.

  • Platform yang kamu miliki, seperti akun media sosial, blog, situs resmi, bulletin mingguan, dan lainnya merupakan platform-platform yang tidak memungut biaya terlalu banyak. Jadi, memiliki platform tersebut merupakan langkah awal untuk mendistribusikan konten.
  • Platform yang terbuka merupakan tempat-tempat khusus yang biasa diakses oleh banyak orang. Seperti media online dan forum-forum online tertentu.
  • Platform berbayar, seperti iklan di media sosial, konten yang disponsori, dan lainnya. Platform seperti ini biasanya telah memiliki target pasar yang jelas.

Distribusi secara bersamaan

Distribusi Media 2Sekarang, setelah mengetahui dengan jelas apa tujuan, target, dan platform distribusi yang digunakan. Langkah selanjutnya adalah mendistribusikan ketiga elemen tersebut secara bersamaan. Dan mengembangkan strategi berdasarkan aktivitas yang muncul dari platform-platform yang telah dipilih.

Pelaku bisnis e-commerce biasanya akan menghabiskan banyak biaya pemasaran untuk memaksimalkan distribusi konten mereka. Dengan melakukan analisis terhadap sebuah tren di media sosial, akan memberi kamu informasi tentang apa yang pembaca dan calon konsumen kamu bicarakan. Sebagian besar pilihan platform distribusi dari tiga tipe di atas adalah media sosial.

Menurut We Are Social, per Januari 2016, pertumbuhan angka pengguna media sosial yang aktif di seluruh dunia meningkat 10 persen dari tahun sebelumnya. Yang mana 31 persen dari total populasi dunia memiliki dan menggunakan media sosial. Data menunjukkan bahwa media sosial telah menjadi platform untuk bertemu dan ditemukan oleh orang-orang. Jadi dengan memiliki platform distribusi yang tepat, kamu bisa membidik target pengguna yang sesuai, mengambil peluang, dan berinteraksi dengan pelanggan.


Hubungi Kami