4-memilih-content-writer-startup

Ini Dia 4 Tips Dalam Memilih Content Writer untuk Startup

Ternyata, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan ketika memilih content writer untuk startup

Selain Anda harus menentukan beberapa kriteria khusus dalam menyeleksi calon penulis konten, Anda juga harus menyiapkan beberapa persiapan dari tim internal sendiri agar mudah menentukan content writer yang terbaik untuk startup Anda.

Sebagai salah satu Content Marketing Agency dengan berbagai jurnalis dan penulis konten, Content Collision telah merangkum 4 langkah penting yang bermanfaat untuk Anda terapkan selama proses pencarian kandidat Content Writer.

 

4 Cara Mudah & Ampuh Memilih Content Writer yang Cocok untuk Startup Anda

Berikut 4 tips memilih content writer untuk startup, agar mempermudah proses rekrutmen Anda:

 

Pertama, Buat Strategi Content Marketing yang Matang

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah membuat konsep branding dan strategi konten yang matang. Paling tidak tentukan secara matang target audience persona, topik utama konten yang ingin dibahas, serta gaya bahasa yang digunakan.

Penting untuk menentukan serta mengembangkan ketiga hal tersebut hingga matang. Berhubung, selain hal ini akan menjadi dasar dalam menjalankan kampanye content marketing Anda, perencanaan ini juga akan membantu Anda mendapat gambaran content writer yang Anda butuhkan untuk startup Anda.

 

Pilih Antara In-house atau Freelance Content Writer

Saat ini, ada dua tipe content writer, yakni in-house dan freelancer

Apa bedanya? In-house content writer adalah penulis yang akan termasuk bagian dari tim internal startup Anda. Penulis ini akan mendapatkan gaji, tunjangan dan fasilitas yang sama dengan anggota tim lainnya. Anda juga leluasa untuk memberikan target menulis secara mingguan hingga bulanan.

Sementara itu, freelance content writer atau biasa disebut penulis lepas adalah seorang penulis yang bekerja selama dalam kurun waktu tertentu, atau mengikuti durasi suatu proyek penulisan. Dalam industri startup, biasanya penulis lepas didedikasikan untuk campaign tertentu. 

Pertanyaannya, mana yang terbaik untuk startup Anda? 

Pertimbangan pertama ialah dari strategi content marketing Anda. Jika proyek berjalan dalam jangka waktu yang lama (3-5 tahun), tentu Anda membutuhkan content writer in-house. Namun, jika perusahaan Anda belum dapat memastikan durasi waktu untuk proyek tersebut, lebih baik Anda mempekerjakan freelance content writer. 

Setelah memiliki strategi yang matang dan menentukan pilihan tipe content writer yang akan Anda gunakan, Anda dapat langsung mencari content writer

Ada dua cara yang Anda dapat lakukan. Pertama, Anda dapat posting lowongan kerja di situs-situs rekrutmen. Nantinya, para penulis akan melamar pekerjaan ke perusahaan Anda. 

Kedua, jika Anda membutuhkan freelance content writer, Anda bisa merekrut para penulis melalui situs freelancer seperti ContentGrow dan Fastwork. Di ContentGrow, setiap freelance content writer memiliki halaman portfolio masing-masing yang dapat Anda lihat. 

Jika niche industri startup Anda cukup spesifik, Anda juga dapat pertimbangkan untuk memilih jurnalis dibanding content writer di ContentGrow.

 

Ketiga, Pilih Penulis yang Telah Memiliki Pengalaman Di Industri Startup Anda

Memastikan penulis yang Anda pilih memiliki  pengalaman menulis artikel dalam industri yang sama dengan startup Anda adalah hal yang wajib. 

Misalnya startup Anda bergerak di bidang food and beverage (F&B), maka Anda dapat mencari content writer yang memiliki pengalaman menulis di industri tersebut. Hal ini dilakukan agar mempermudah Anda melakukan briefing terhadap penulis tersebut karena ia sudah memahami berbagai istilah dan juga situasi di dalam industri tersebut. 

Selain itu dengan mempekerjakan penulis yang sudah berpengalaman, penulis tersebut juga dapat memberikan ide-ide baru untuk konten selanjutnya yang mungkin tidak terpikiran oleh Anda sebelumnya. 

Jadi, saat merekrut penulis untuk startup Anda, minta setiap pelamar untuk melampirkan artikel yang telah mereka tulis sebelumnya. 

Perhatikan gaya penulisan dan bahasa yang digunakan oleh setiap penulis. Apakah penulis tersebut sudah menulis secara detail sehingga berhasil membuat audiens memahami topik bahasan? Jika jawabannya ya, dan Anda cocok dengan gaya penulisan serta bahasanya, maka Anda dapat mempekerjakan penulis tersebut. 

 

Diskusikan Perjanjian Kerja dengan Penulis Di Awal Pekerjaan

Setelah memilih penulis mana yang akan Anda pekerjakan di startup anda, berikutnya adalah diskusikan perjanjian kerja dengan penulis sebelum mereka mulai bekerja.

Hal ini penting, karena dapat memperjelas alur kerja dan mengurangi kesalahpahaman di kemudian hari.

Pertama, diskusikan mengenai job description yang mencakup mekanisme pekerjaan, topik atau brief tulisan, hingga beban kerja. Khusus beban kerja, terdapat beberapa perbedaan beban kerja antara in-house dengan freelance writer.

Untuk in-house writer, sebaiknya sepakati berapa banyak artikel yang harus dibuat dalam kurun waktu tertentu. Misal 1 artikel dalam sehari atau 10 artikel per minggunya. Ini penting agar performa dari penulis yang Anda pekerjakan dapat terukur dengan baik. Tak lupa juga, Anda dapat meminta penulis untuk turut berkontribusi dalam perencanaan content calendar.

Sedangkan untuk freelance writer, Anda dapat menyepakati deadline waktu pengerjaan untuk per artikelnya. Perlu diingat bahwa freelance writer bukan tim internal Anda langsung dan mungkin memiliki pekerjaan lain sehingga jumlah artikel yang dihasilkan belum tentu bisa sebanyak yang in-house writer hasilkan.

Kedua, diskusikan pula mengenai pembayaran di awal pekerjaan, terutama untuk freelance content writer

Freelance content writer biasanya dibayar sesuai dengan jumlah artikel, kesulitan pengerjaan, serta panjangnya artikel. Rata-rata, content writer sudah memiliki rate card tersendiri, namun tentu saja Anda dapat bernegosiasi tentang hal ini.

Sedangkan untuk in-house content writer, Anda dapat menentukan besaran gaji bulanan dengan mempertimbangkan jumlah artikel per hari atau minggu yang dikerjakan hingga kemungkinan penambahan jumlah artikel tersebut suatu waktu.

 

Itu dia 4 tips mudah yang bisa dilakukan dalam menentukan pilihan content writer startup kebutuhan Anda. 

Namun, jika Anda membutuhkan jasa penulisan dan ingin menghindari kerepotan dalam merekrut content writer, Anda dapat menggunakan jasa content marketing agency. Melalui agency, seluruh layanan penulisan akan dikelola secara keseluruhan, dari tahap pembuatan ide hingga audit konten. Hal ini akan memudahkan tim internal Anda untuk fokus pada hal lebih besar, seperti peningkatan users, dan KPI.

Content Collision sebagai salah satu content marketing agency, sering menangani blog management brand besar seperti Alibaba Group, MLDSpot dan Lazada Indonesia. Dapatkan konsultasi gratis perihal kebutuhan Anda di www.contentcollision.co